Konsumsi lemak berlebih akan menghambat
transportasi oksigen dan nutrisi ke sel. Akibatnya, metabolisme terganggu
sehingga kadar gula dalam darah akan mudah mengalami kenaikan dan penurunan
secara drastis. Pada saat terjadi peningkatan, kondisi ini dapat memicu
munculnya jerawat.
2. Susu dan produk olahannya
Kandungan lemak dalam susu dan produk
olahannya sangat tinggi sehingga efeknya terhadap jerawat sama seperti makanan
berlemak. Es krim, keju dan sejenisnya termasuk produk olahan susu yang
sebaiknya dihindari oleh pemilik wajah berjerawat.
Beberapa jenis susu yang diperah dari
sapi betina yang sedang bunting mengandung hormon tertentu yang di tubuh
manusia akan diubah menjadi hormon dihydrotestosterone (DHT) penyebab jerawat.
3. Gula olahan
Gula-gula tersebut baru akan menjadi
masalah bagi jerawat jika sudah berubah ke bentuk yang lebih sederhana, melalui
proses pengolahan. Gula pasir merupakan bentuk gula sederhana yang memicu
jerawat dan banyak dipakai dalam permen maupun berbagai jenis kue.
4. Kafein
Kopi, teh, minuman bersoda dan beberapa
jenis obat penghilang rasa nyeri merupakan sumber-sumber kafein yang bisa
memperparah jerawat. Salah satu efek kafein adalah merangsang kelenjar
adrenalin yang kemudian meningkatkan kadar stres dan menjadi faktor pemicu
jerawat.
5. Makanan olahan
Sardin kalengan, baso awetan, sosis,
nugget dan sejenisnya termasuk produk makanan olahan yang sering mengandung
bahan tambahan termasuk pengawet. Bahan-bahan tersebut sulit dicerna oleh tubuh
dan bisa memperparah radang pada jerawat yang sudah mengalami infeksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar